Tren industri game 2026 ditandai pasar senilai US$213,9 miliar, perdebatan soal AI generatif, dan pertumbuhan cloud gaming. Simak data terbarunya di sini.
Tren industri game 2026 bergerak di tengah pasar yang masih tumbuh, tetapi lajunya mulai melambat. Newzoo memperkirakan nilai pasar game global mencapai US$213,9 miliar tahun ini, naik 6,1 persen dari tahun lalu. Konsol diprediksi meraih US$46,9 miliar dan untuk pertama kali melampaui PC yang sebesar US$45,9 miliar. Mobile tetap memimpin dengan porsi 57 persen atau sekitar US$121,1 miliar.
Pendorong terbesar tahun ini adalah Grand Theft Auto VI. Rockstar Games menjadwalkan rilisnya pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Newzoo memperkirakan belanja game penuh di konsol naik 17,5 persen, tertinggi dibanding model bisnis lain. Versi PC belum memiliki tanggal rilis.
Pertumbuhan pemain justru melambat. Jumlah pemain global diperkirakan mencapai 3,7 miliar pada 2026, dengan kenaikan 4,4 persen. Newzoo menilai pertumbuhan berikutnya bergantung pada kemampuan studio mempertahankan dan memonetisasi pemain yang sudah ada. Karena itu, 96 persen studio kini memiliki atau berencana membuka toko web langsung ke konsumen.
AI Generatif Masih Memecah Opini Pengembang
AI generatif menjadi topik paling panas di kalangan pengembang. Survei GDC 2026 terhadap lebih dari 2.300 profesional menunjukkan 36 persen responden memakai alat AI generatif dalam pekerjaan mereka. Penggunaan paling umum adalah riset atau brainstorming, dengan angka 81 persen. Di studio game, pemakaian AI tercatat 30 persen, lebih rendah dibanding perusahaan penerbit dan tim pendukung.
Sebanyak 52 persen responden menilai AI generatif berdampak negatif bagi industri. Angka itu naik dari 30 persen tahun lalu dan 18 persen setahun sebelumnya. Hanya sekitar 7 persen yang melihat dampak positif, turun dari 13 persen. Survei Game Developer Collective dan Omdia juga mencatat penggunaan AI generatif turun menjadi 29 persen dari 36 persen.
Di Steam, penggunaan AI makin terlihat. Menurut BCG, sekitar 20 persen rilisan baru Steam mengungkap pemakaian AI, dua kali lipat dari tahun sebelumnya. BCG mengingatkan bahwa AI dapat memicu banjir game baru, dan produk berkualitas rendah berisiko memenuhi toko yang kurang terkurasi. Pengembang yang memakai AI dengan hati-hati pun bisa ikut terkena citra buruknya.
Cloud Gaming Tumbuh dari Basis yang Kecil
Cloud gaming memasuki 2026 dengan perubahan harga dan layanan. Microsoft menaikkan Game Pass Ultimate menjadi US$29,99 pada 1 Oktober 2025, lalu menurunkannya ke US$22,99 pada 21 April 2026. Xbox juga menguji layanan cloud gratis dengan iklan di kanal Insiders. NVIDIA membatasi pelanggan berbayar GeForce NOW hingga 100 jam bermain per bulan sejak Januari 2026.
Ukuran pasarnya masih diperdebatkan karena tiap lembaga riset memakai definisi berbeda. Mordor Intelligence menghitung US$6,23 miliar pada 2026 dan proyeksi US$21,62 miliar pada 2031. Fortune Business Insights memakai cakupan lebih luas dengan angka US$23,79 miliar. Coherent Market Insights berada di tengah, yaitu US$14 miliar.
Dalam tren industri game 2026, cloud gaming masih berukuran kecil dibanding pasar keseluruhan. Menurut data yang dirangkum Tech Insider, porsinya di bawah 5 persen dari pasar global. Statista memproyeksikan sekitar 482,3 juta pengguna cloud gaming pada pertengahan 2026. Jumlah itu setara 6,1 persen pengguna internet dunia.
Peluang Pengembang Lokal di Pasar Indonesia
Indonesia adalah pasar game terbesar di Asia Tenggara, tetapi pengembang lokal baru menguasai sekitar 5 persen pasar. Laporan INDEF mencatat nilai pasar gim nasional naik dari sekitar US$1,9 miliar pada 2022 menjadi US$2 miliar pada 2025. Peneliti INDEF menilai Indonesia lebih berperan sebagai konsumen daripada produsen gim global.
Pemerintah sudah menyiapkan landasan aturan. Perpres Nomor 19 Tahun 2024 mengatur percepatan pengembangan industri gim nasional. Perpres Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045 diharapkan menjadi katalis pertumbuhan industri gim nasional. Selain itu, sistem rating IGRS dijadwalkan berjalan pada April 2026 sebagai panduan usia bagi pemain.
Peluang ekspor juga mulai terbuka. Euromonitor mencatat nilai ekspor jasa pengembang game dan konten digital Indonesia mencapai US$1,33 miliar pada 2024. Pada Gamescom 2025, sepuluh pelaku industri Indonesia menggelar sekitar 150 pertemuan bisnis dengan calon mitra global. Pelaku lokal perlu membaca arah tren industri game 2026 agar peran mereka tidak berhenti sebagai konsumen.
Baca kumpulan artikel populer dan topik ter-update lainnya hanya di bacatulisan.com