← Kembali ke artikel
Gaya Hidup • 28 Oct 2026 • 21 dilihat

E-Book vs Buku Fisik, Mana yang Cocok dengan Kebiasaan Membaca Anda

Bandingkan e-book vs buku fisik lewat survei Pew 2025, GoodStats 2025, dan meta-analisis pemahaman bacaan. Buku digital hemat dan praktis, buku cetak unggul untuk bacaan serius. Pilih sesuai kebiasaan membaca Anda.

Oleh Gevika

Bagikan artikel ini

E-Book vs Buku Fisik, Mana yang Cocok dengan Kebiasaan Membaca Anda

Bandingkan e-book vs buku fisik berdasarkan survei terbaru 2025 sampai 2026, hasil penelitian pemahaman bacaan, dan kebiasaan membaca pembaca Indonesia.

E-book vs buku fisik masih sering diperdebatkan oleh para pembaca. Pilihan format ini berkaitan dengan harga, kenyamanan mata, dan tempat orang biasa membaca. Karena itu, jawabannya bisa berbeda untuk setiap orang.

Survei Pew Research Center pada Oktober 2025 memberi gambaran terbaru dari Amerika Serikat. Sebanyak 64% orang dewasa membaca buku cetak dalam 12 bulan terakhir, 31% membaca e-book, dan 26% mendengarkan audiobook. Buku cetak tetap menjadi satu-satunya format yang dipakai oleh mayoritas warga, sementara pembaca e-book naik dari 17% pada 2011.

Data Kebiasaan Membaca di Indonesia

Survei GoodStats pada Januari hingga Februari 2025 melibatkan 1.000 responden dari berbagai daerah. Hasilnya, 79% responden memilih buku cetak, sedangkan 18,5% memilih format digital. Diskusi kelompok dalam survei itu menunjukkan bahwa sentuhan dan aroma kertas masih menjadi daya tarik pembaca.

Hasil lain datang dari Rakuten Insight pada 2023, yang dikutip Databoks Katadata. Sekitar 83% responden mengaku suka membaca buku lewat ponsel, sedangkan pembaca buku fisik hanya sekitar 12%. Angka ini berbeda jauh dari GoodStats. Perbedaan tersebut kemungkinan berasal dari cara survei dan pertanyaan yang dipakai.

Usia pembaca juga memengaruhi pilihan. Survei Snapcart pada Oktober 2024 terhadap 591 responden menemukan bahwa generasi Z lebih suka membaca buku secara daring, sedangkan milenial lebih suka buku fisik. Jadi, kebiasaan membaca di Indonesia tidak bisa disimpulkan dari satu angka saja.

Pengaruh Format terhadap Pemahaman Bacaan

Selain selera, peneliti juga menguji pengaruh format terhadap pemahaman. Meta-analisis Delgado dan rekan pada 2018 menggabungkan 54 studi dengan lebih dari 170.000 peserta, dan hasilnya menunjukkan membaca di kertas lebih unggul. Virginia Clinton menemukan efek negatif yang kecil tetapi signifikan pada pembacaan di layar lewat analisis terhadap 33 studi.

Dalam perbandingan e-book vs buku fisik, jenis bacaan sangat menentukan. Menurut analisis Clinton, selisih itu hanya muncul pada teks penjelasan, bukan pada teks naratif seperti novel. Clinton juga mencatat bahwa pembaca layar sering menilai pemahamannya lebih tinggi daripada hasil sebenarnya.

Jenis perangkat juga berpengaruh. Sebuah meta-analisis jaringan terbaru menyebut bahwa membaca di perangkat genggam, seperti tablet, e-reader, atau ponsel, lebih mirip membaca di kertas daripada di layar komputer. Selisih antarformat pun tergolong kecil, sehingga kebiasaan pribadi tetap berperan besar.

Cara Memilih Sesuai Kebiasaan

Buku digital cocok bagi Anda yang sering bepergian atau ingin menekan biaya. Harga buku digital lebih terjangkau, dan file yang utuh tidak lapuk dimakan usia. Penelitian pada mahasiswa juga mencatat alasan serupa, yaitu tidak perlu membeli buku cetak yang mahal dan lebih praktis.

Buku fisik lebih cocok untuk bacaan yang perlu dipelajari dengan teliti, seperti buku pelajaran atau nonfiksi. Anda bisa menandai halaman, menulis catatan di pinggir, dan membaca tanpa notifikasi. Novel dan bacaan ringan relatif aman dibaca di layar.

Banyak pembaca akhirnya memakai keduanya sesuai situasi. Anda bisa membawa e-book di ponsel untuk perjalanan, lalu menyimpan buku cetak untuk bacaan serius di rumah. Perbandingan e-book vs buku fisik paling jelas terlihat dari format yang paling sering Anda selesaikan.

Baca juga artikel dan informasi menarik lainnya hanya di bacatulisan.com