← Kembali ke artikel
Game • 28 Oct 2026 • 11 dilihat

Game Free-to-Play vs Premium, Mana yang Lebih Menguntungkan di 2026

Game free-to-play unggul di mobile dan pendapatan per jam main PC, sedangkan game premium masih menguasai Steam dan didorong GTA VI. Di Indonesia, mobile F2P mendominasi pasar game senilai sekitar US$2 miliar.

Oleh Gevika

Bagikan artikel ini

Game Free-to-Play vs Premium, Mana yang Lebih Menguntungkan di 2026

Game free-to-play vs premium, mana yang lebih menguntungkan? Simak data terbaru Newzoo, Steam, dan pasar game Indonesia 2026 untuk pemain maupun pengembang.

Perdebatan soal game free-to-play vs premium kembali ramai pada 2026. Game free-to-play bisa diunduh tanpa biaya, lalu mencari uang dari pembelian di dalam game. Game premium meminta pemain membayar di awal sebelum bisa memainkannya.

Newzoo memperkirakan pasar game dunia mencapai US$213,9 miliar pada 2026, naik 6,1% dari tahun lalu. Game mobile menyumbang US$121,1 miliar, konsol US$46,9 miliar, dan PC US$45,9 miliar.

Microtransaction diperkirakan kembali menjadi model bisnis terbesar. Rilis premium dan game berharga menengah tetap menjaga pendapatan penjualan game penuh. Artinya, kedua model masih sama-sama menghasilkan uang, tetapi hasilnya berbeda di tiap platform.

Pendapatan Free-to-Play di PC dan Steam

Laporan PC dan konsol Newzoo 2026 mencatat pendapatan F2P per jam bermain di PC naik 10%. Kenaikan itu terjadi walau waktu bermain turun 8,1%. Di PC, microtransaction menghasilkan US$20,6 miliar, sedangkan konten premium US$12,5 miliar.

Namun kondisi pada semester pertama 2026 kurang baik. Menurut Newzoo, sebagian besar game live-service dan evergreen yang sudah mapan datar atau turun dibanding tahun lalu. Pelemahan game free-to-play dan premium tahunan menekan pendapatan digital di enam pasar Barat.

Data Steam memberi gambaran lain. Alinea Analytics memperkirakan pendapatan Steam pada September 2026 mencapai US$1,7 miliar, naik 13% dari tahun lalu. Game F2P menyumbang 25,6% pendapatan dari 500 judul teratas, padahal jumlahnya hanya 16%.

Empat game F2P, yaitu Counter-Strike 2, Apex Legends, PUBG, dan Dota 2, menghasilkan sekitar US$168 juta. Angka itu hampir 10% dari total pendapatan Steam bulan tersebut.

Kekuatan Game Premium di Tengah Dominasi F2P

Hitungan game free-to-play vs premium di Steam memberi hasil berbeda. Menurut Alinea, game premium berbayar sekali beli menyumbang 78% pendapatan Steam pada semester pertama 2026. Angka ini hanya perkiraan, bukan laporan keuangan resmi. Porsi F2P sebesar 25,6% tadi hanya berlaku untuk 500 judul teratas, bukan seluruh katalog Steam.

Grand Theft Auto VI menjadi pendorong premium berikutnya. Newzoo memperkirakan peluncurannya pada November 2026 mengerek belanja game penuh di konsol sebesar 17,5%. Angka itu menjadi pertumbuhan tertinggi dari semua model bisnis. Tanpa GTA VI, pendapatan konsol diperkirakan datar.

Model premium punya keuntungan lain, yaitu pendapatan lebih mudah diprediksi. Pengembang juga tidak perlu merancang game di sekitar sistem monetisasi. Namun game premium harus bersaing dengan game gratis yang menarik perhatian tanpa biaya awal.

Panduan monetisasi 2026 dari Fungies menyebut banyak game sukses memadukan beberapa sumber pendapatan. Battle pass dengan hadiah gratis dan berbayar menjaga pemain tetap aktif.

Kondisi Pasar Game Indonesia