SEAMEO SEAMOLEC dan ICE Institute Consortium menggelar dialog kebijakan regional tentang micro-credentials di Jakarta pada 8 Juni 2026. Katadata mencatat Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, yang diubah lewat Nomor 10 Tahun 2026, mengatur penjaminan mutu pendidikan tinggi. Penulis opini di Katadata menilai pengakuan harus dirancang sejak awal bersama kampus, industri, dan asosiasi profesi.
Tantangannya meliputi laju teknologi, akses pendidikan yang timpang, dan masalah keterjangkauan biaya. Karena itu Anda perlu memilih penyelenggara dengan hati-hati. Universitas, platform mapan seperti Coursera dan edX, serta perusahaan besar seperti Google dan Microsoft dinilai pilihan yang lebih aman.
Cara Memilih yang Sesuai dengan Karier Anda
Mulai dari tujuan Anda. Jika ingin pindah karier atau melamar posisi tertentu, pilih micro-credentials dengan asesmen dan proyek nyata. Jika hanya ingin mengenal bidang baru, sertifikat kursus online biasa sudah cukup.
Periksa empat hal sebelum membayar:
- Penerbit: universitas, platform besar, atau perusahaan yang dikenal industri.
- Asesmen: ada ujian atau proyek yang dinilai, bukan sekadar menonton video.
- Verifikasi: kredensial digital yang bisa dicek perekrut lewat tautan.
- Kredit: kemungkinan diakui kampus dalam bentuk SKS.
Perekrut menilai keterampilan lewat tes kerja, simulasi, wawancara berbasis kompetensi, dan contoh hasil kerja. Karena itu simpan portofolio dari setiap proyek yang Anda kerjakan. Cantumkan tautan kredensial digital di CV dan LinkedIn.
Pilih kredensial yang sesuai dengan lowongan incaran Anda. Pastikan ada asesmen, proyek, dan verifikasi digital. Dalam perbandingan micro-credentials vs sertifikat kursus online, syarat itu menentukan mana yang lebih relevan untuk karier Anda.
Dapatkan informasi terbaru dan artikel bermanfaat lainnya hanya di bacatulisan.com